Tips Sebelum Menetaskan Telur Dengan Mesin Tetas

menetaskan telurMengelola Telur Sebelum Ditetaskan
Sebelum memasukkan telur ke dalam mesin tetas dan memulai pekerjaan menetaskan telur, ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian.

  1. Telur yang akan ditetaskan harus diyakini sebagai telur yang telah dibuahi. Telur yang dapat ditetaskan hanyalah telur yang dihasilkan oleh ayam betina melalui perkawinan dengan ayam jantan. Dibuahi tidaknya telur dapat diketahui dengan menggunakan alat peneropong telur. Telur yang dibuahi memiliki tanda titik hitam dan retakan seperti urat kayu, sedangkan telur yang tidak dibuahi tidak memiliki tanda-tanda ini. Tanda-tanda ini akan semakin sulit terlihat bila warna kulit telur ayam semakin gelap.
  2. Telur disimpan dengan baik pada kondisi temperatur yang ideal. Sel embrio pada telur ayam yang baru keluar dari tubuh ayam betina tidak akan segera tumbuh sebelum dierami oleh induknya. Pada temperatur penyimpanan antara 5—15°C, sel embrio yang ada di dalam telur tidak tumbuh dan tidak mati (dormansi). Pada temperatur ruang seperti inilah idealnya sebutir telur disimpan sebelum menetaskan telur. Pada temperatur di bawah 5°C, sel embrio akan mati; dan pada temperatur di atas 27°C, sel embrio juga akan rusak dan mati. Karenanya, hati-hati dalam menyimpan telur yang akan ditetaskan. Semakin cepat telur masuk ke mesin tetas akan semakin baik hasilnya.
  3. Usahakan telur tetap kering. Telur harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering sebelum ditetaskan. Daerah penyimpanan yang terlalu lembap bukan tempat yang baik untuk mnyimpan telur karena akan menyebabkan telur sulit menetas. Sebaliknya, tempat penyimpanan telur yang terlalu kering akan menyebabkan telur menetas lebih cepat dari waktu normalnya. Terlalu cepat atau terlalu lambat menetaskan telur akan menyebabkan anak ayam mati saat menetas.
  4. Uji cobakan mesin tetas sebelum benar-benar digunakan. Mesin tetas sederhana harus diujicobakan dengan tidak menggunakan telur selama 1 atau 2 hari penuh. Uji coba ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kestabilan temperatur dan tingkat kelembapan ruang penetasan. Temperatur yang stabil yang hanya bervariasi sekitar 0,2—0,3°C akan menjamin keberhasilan penetasan. Jangan pernah memasukkan telur untuk ditetaskan ke dalam mesin tetas yang belum diuji coba. Soalnya, risiko yang ditimbulkan akan terlalu besar seandainya mesin tetas ternyata tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan.
  5. Jangan menyimpan telur lebih dari seminggu. Telur yang disimpan lebih dari seminggu sejak ditetaskan memiliki risiko kegagalan penetasan yang tinggi. Telur yang disimpan terlalu lama dapat saja sudah terpengaruh temperatur dan kelembapan yang tidak ideal, dan ini dapat menyebabkan kematian. Semakin cepat telur masuk ke mesin tetas, semakin baik hasilnya.
  6. Telur yang baik saja yang ditetaskan. Maksudnya, telur yang akan ditetaskan berasal dari ayam betina yang diyakini merupakan ayam betina yang sehat dan terawat dengan baik. Soalnya, ayam betina yang terawat baik (pakan dan kesehatannya) akan menghasilkan telur yang baik pula. Begitu pula sebaliknya. Ayam betina yang kekurangan kalsium, misalnya, berkemungkinan menghasilkan anak ayam yang cacat kakinya atau tulangnya. Sementara itu, ayam betina yang kekurangan protein akan menghasilkan anak yang tumbuh tidak sempurna, katai, memiliki bentuk tubuh tidak proporsional, dan sakit-sakitan.

Pakan yang diberikan kepada ayam betina serta kesehatan ayam betina sewaktu telurnya dikeluarkan tercermin dari warna kulit telurnya. Telur yang berwarna agak gelap (lebih kecokelatan) pertanda bahwa telur itu dihasilkan oleh ayam betina yang sehat dan diberi pakan bergizi baik.

Telur yang kulitnya berwarna lebih terang (tidak terlalu kecokelatan) pertanda bahwa telur itu dihasilkan oleh ayam betina yang tidak terawat baik (tidak sehat dan atau gizi pakannya kurang baik). Pembedaan warna ini harus dari jenis ayam yang sama, bukan dari jenis ayam yang berbeda. Soalnya, ada jenis ayam yang warna kulit telurnya agak kehijauan seperti telur itik. Contohnya, ayam aracona.

Selain dari warna kulitnya, kualitas telur yang akan ditetaskan juga dapat dideteksi dari kemulusan kulit telur dan kondisi kantung udara. Kantung udara yang ada di dalam telur ini hanya bisa dilihat dengan menggunakan teropong telur. Telur yang berkualitas baik ditandai dengan kulit yang sangat mulus dan kantung udara yang kedalamannya tidak lebih dari 3 mm dihitung dari bagian dalam kulit telur, berwarna putih bening, dan terlihat kokoh.

Telur yang berkualitas sedang ditandai dengan kulit telur yang sangat mulus dan kantung udara yang kedalamannya tidak lebih dari 4,5 mm dihitung dari bagian dalam kulit telur serta berwarna putih bening. Telur yang berkualitas buruk ditandai dengan kulit telur yang kurang mulus (ada sedikit bercak) dan kantung udara yang kedalamannya lebih dari 4,5 mm dihitung dari bagian dalam kulit telur serta warnanya agak keruh.

Kunjungi halaman Manfaat Bagian-bagian Telur Ayam Yang Perlu Kita Ketahui

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *