Tembakau tidak lagi mendominasi perekonomian negara

Di atas permintaan masyarakat tradisional akan tembakau, manipulasi ilmiah dari khayalan-khayalan yang dilakukan oleh dunia industri serta generasi “kebutuhan” berpadu untuk menciptakan pasaran yang senantiasa kian membesar. Popularitas dari bentuk tembakau yang satu-atau bentuktembakau lainnya berbeda-beda menurut pandangan mode yang juga senantiasa berbeda. Di Inggris abad kedelapanbelas,misalnya, praktek mencium tembakau telah menggantikan kebiasaan merokok selama hampir seratus tahun. Sebaliknya, pada abad ini hampir di mana-mana rokok telah mendesak pipa, cerutu, dan kebiasaan menyugi tembakau. Hanya sayang, kebiasaan mengisap rokoknya yang merupakan bentuk penggunaan obat penyakit diabetes alami tembakau yang paling berbahaya.

tanaman tembakauKecerdikan perusahaan-perusahaan rokok dalam pemasaran jelas telah membuat orang semakin banyak membeli rokok selarna awal abad keduapuluh. Akan tetapi melulu kekuatan periklanan tak akan mampu menciptakan nilai simbolik dari rokok. Tabung-tabung tembakau yang sederhana telah menjadi lambang kemoderenan, etiket, dan – dalam hati anak-anak yang selalna sekian tahun mengunyak-ngunyah kembang gula yang mirip rokok – lambang kedewasaan. Tudingan barangkali perlu juga diarahkan ke Hollywood. Humphrey Bogart bukanlah Humphiey Bogart tanpa cerutu yang terselip di mulutnya, dan contoh dari Lauren Bacall yang bertanya “Punya korek?” turut mengangkat rokok sebagai hal yang penting dalam kehidupan modern. Bahkan kematian Bogart akibat kanker’esophagus sekalipun, tak mampu mengurangi mistik rokok, demikian pula aura kesuksesannya yang gemilang dan yang senantiasa ditawarkan lewat dunia film.

Dalam film-film Sovyet dewasa ini, demikian majalah satire Moskow Krokodil, bila seorang aktor yang gagah bagai Apollo mengambil sebatang rokok, itu bukanlah suatu kebetulan. Itu berarti sudah tiba saatnya bagi sutradara untuk menunjukkan bahwa tokohnya juga bisa berpikir.Baru belakangan inilah kompilasi dari kritik kedokteran terhadap rokok mulai menyuramkan posisi sosial dari rokok. Banyak dokter yang bertanggungjawab telah lama mencurigai rokok sebagai perangsang penyakit, akan tetapi bukti-bukti mengenai bahayanya baru bisa diberikan pada pertengahan abad keduapuluh ini. Pada awal tahun 1900-an, para pengiklan rokok masih bisa seenaknya menandaskan bahwa produksi mereka baik bagi kesehatan. Lonjakan yang mengejutkan dalam jumlah akibat kanker paru-paru diAmerika Utara dan Eropa memberikan bukti pertarna yang banyak diterima mengenai bahaya rokok.

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *