Penurunan tekanan darah karena perubahan gaya hidup kelihatannya sedikit dibanding dengan penurunan oleh obat-obatan

Akan tetapi, bagi banyak orang yang tekanan darahnya hanya sedikit di atas angka normal, perubahan gaya hidup bisa menurunkannya untuk mencapai hidup sehat dalam jangka waktu yang lama. Mengubah gaya hidup iuga iauh lebih murah dibandingkanharga obat-obatan. Lagipula, efek samping petubahan gaya hidup seperti trauma ortopedik akibat peningkatan aktivitas fisik, jarang teriadi, ringan, dan bersifat sementara.

Pengobatan Kolesterol dan Lemak Darah Tinggi dengan Mengubah Gaya Hidup

Beberapa jenis lemak yang beredar dalam darah dan biasanya diukut oleh dokter adalah kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol iahat), kolesterol HDL ftolesterol baik), dan tdgliserida. Pada pengidap diabetes, kadar kolesterol total dan kolesterol LDL mereka biasanya tirgg. Akan tetapi, perubahan kadar lemak yang khas pada diabetes adalah kenaikan trigliserida (trigliserida adalah ienis lemak lain dalam datah) dan penurunan kadar kolesterol HDL.

Dari lemak-lemak spesifik dalam danh, kolesterol LDL yang tirgg dan kolesterol HDL yang rendah berperan besar dalam teriadtnya penyakit jantung. Walaupun kadar LDL pada pengidap diabetes cenderung dalam batas yang sama dengan orang notmal, pattikel LDL begitu kecil dan cenderung menyebabkan penyakit pembuluh darah.
Kombinasi kadar HDL yang rendah dengan partikel  LDL yang kecil betpenn pada peningkatan dsiko penyakit jantung pada pengidap diabetes.

Kehadiran obat penurun kolesterol yang kuat, dikenal dengan golongan “stadn”, pada akhit 1980-an, telah memungkinkan tetiadtnya penuruflan drastis kadar kolesterol dan untuk menguii apakah penurunafl tersebut memperbaiki kondisi kesehatan seseorang. Bahkan, penelitian dengan menggunakan statin menuniukkan teriadinya penururran drastis kekambuhan serangan iantung pada orang yang pernah menderrtanya., juga penurunan jumlah penyakit iantung yang baru. http://obatpenyakitdiabetes.org/terbaru-para-dokter-senior-sudah-merekomendasikan-obat-diabetes-melitus-tradisional-spesial/

Walaupun pengidap diabetes awalnya tidak diikutsettakan dalam penelitian semacam ini, studi terbaru memperlihatkan bahwa mereka juga mengalami penurunan terkena penyakit jantung sebanyak 25%  ketika mengofl sumsi obat-obatan ini. Sayangnya, meskipun keadaan pengidap diabetes membaik dengan bantuan statin untuk menurunkan kadar kolesterolnya, banyak yang terkena penyakit jantung jika dibandingkan dengan orang yang tidak menderita diabetes.

Bahkan, pada sebagian besar penelitian, terfiyata keadaan pengidap diabetes yang diobati dengan statin lebih buruk daripada pasien non-diabetes yang menggunakan placebo.

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *