Meneropong Telur Untuk Mengetahui Perkembangan Telur

Meneropong Telur Untuk Mengetahui Perkembangan Telur – Meneropong telur adalah pekerjaan yang selalu dilakukan bila mengelola mesin tetas atau menernakkan ayam. Peneropongan telur dilakukan untuk memastikan kondisi dan kualitas telur. Sejak akan ditetaskan, telur diteropong terlebih dahulu untuk memastikan kualitasnya. Telur yang berkualitas baik dimasukkan ke mesin tetas untuk ditetaskan, dan telur yang berkualitas buruk tidak ditetaskan. Setelah masuk ke mesin tetas, secara berkala telur juga diteropong untuk memperhatikan perkembangan embrio.

Peneropong Telur

Peneropongan dilakukan sejak telur pertama kali dimasukkan ke dalam mesin tetas sampai penetasan telur berhasil dilaksanakan. Pada masa ini, teropong telur umumnya berguna untuk memperhatikan perkembangan embrio, perkembangan putih telur, perkembangan kuning telur, dan perkembangan-perkembangan lainnya yang dapat dipakai untuk mengevaluasi keberhasilan penetasan telur. Peneropongan biasanya dilakukan di tempat gelap agar isi telur yang diteropong dapat terlihat melalui sinar yang datang dari dalam alat peneropong telur.

Untuk memeriksa telur yang akan ditetaskan atau dierami, saat meneropong, telur diletakkan dalam posisi miring dengan bagian ujung tumpulnya menempel pada lubang cahaya peneropong. Bagian yang runcing dipegang dengan tangan. Telur kemudian digerakkan perlahan-lahan ke kiri dan ke kanan.

Gerakan meneropong ini dilakukan dengan tujuan untuk mendekatkan kuning telur ke kulit telur sehingga bercak yang ada dapat terlihat. Tingkat kesulitan melihat bercak ini sangat bergantung pada warna kulit telur. Semakin kecokelatan warna kulit telur, semakin sulit untuk melihat ada tidaknya bercak pada kuning telur.

Pada umumnya tidak diperlukan keterampilan khusus untuk membedakan telur yang baik dengan yang rusak. Apalagi jika telur yang diperiksa adalah telur yang masih segar. Telur yang rusak akan memperlihatkan secara jelas bercak-bercak yang muncul ketika diteropong, dari bercak putih sampai bercak seperti darah atau gumpalan. Bahkan, jika rusaknya parah, kulit telur tampak retak.

Dapatkan juga info lengkap seputar alat bantu pentetas telur hanya dihttp://tetasan.com/

Kantung udara yang ada di dalam telur juga dengan jelas dapat dibedakan. Pada telur yang baik, kantung udaranya terlihat putih bening. Pada telur yang rusak atau kurang baik, kantung udaranya terlihat buram. Telur yang baru berusia dua atau tiga hari biasanya merupakan telur yang baik. Apalagi jika induknya dipelihara dengan sangat baik. Telur seperti inilah yang sangat layak untuk ditetaskan karena risiko kegagalannya relatif lebih kecil.

Telur yang sudah dimasukkan ke dalam mesin tetas biasanya diperiksa untuk mengetahui apakah telur yang dierami ini merupakan telur yang telah dibuahi atau belum. Jika telah dibuahi, pada hari ketiga akan nampak pertumbuhan dan perkembangan embrio.

Jika warna kulit telur yang ditetaskan agak kecokelatan, perkembangan embrio baru terlihat jelas melalui alat teropong pada hari ke-5 atau ke-6. Pada telur yang telah dibuahi akan terlihat tanda kemerahan yang berbentuk jalur-jalur yang tidak beraturan seperti laba-laba merah yang besar. Ini adalah tanda bahwa embrio hidup dan ‘berenang’ di dalam telur. Pada telur yang tidak dibuahi atau embrionya mati akan terlibat tanda bulatan merah (ring blood) atau garis garis merah berbentuk lintasan. Telur yang telah mati ini dapat disingkirkan dari mesin tetas.

Semasa proses penetasan telur berlangsung, secara berkala setiap telur diperiksa dengan mempergunakan alat peneropong telur. Pemeriksaan ini untuk menentukan telur yang dibuahi dan telur yang tidak dibuahi, melakukan penataan kembali dalam mesin tetas, memeriksa embrio yang mati dan segera menjadi busuk, serta memeriksa juga perkembangan pertumbuhan embrio. Pemeriksaan ini dapat dilakukan setiap hari, dari hari ke-5 sampai dengan hari ke-17. Pemeriksaan setiap telur harus dilakukan dalam waktu tidak lebih dari 5 menit, dan segera memasukkannya kembali ke dalam mesin tetas.

Baca juga :  Tips Sebelum Menetaskan Telur Dengan Mesin Tetas

Alat peneropong telur dapat dibuat dari papan, kaleng, ember, atau bahan lainnya, tergantung pada kebutuhan dan kepraktisannya. Yang penting, alat peneropong ini dapat digunakan untuk melihat isi telur secara baik. Kegunaan alat ini akan lebih sempurna jika sinar lampu yang menyinari telur tidak secara langsung mengenai mata penggunanya.

Recent search terms:

  • cara meneropong telur yang akan menetas
  • cara meneropong telur
  • cara meneropong telur bebek
  • cara meneropong telur untuk ditetaskan
  • perkembangan embrio telur
  • cara meneropong
  • meneropong telur mati
  • peneropongan pertumbuhan telur tetas
  • perkembangan embrio pada telur bebek
  • gambar telur yg baik perkembangannya di mesin penetas usia 5 hari
Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *