Buangan industri ada kalanya mengandung sejumlah agen karsinogen

Zat partikulat dalam udara sudah dikaitkan secara statistik dengan kanker perut serta kanker pada kelenjar prostat; dan sejumlah peneliti memberikan hipotesa bahwa oksida nitrit di udara bisa berpadu dengan polutan-polutan kimiawi lainnya guna menciptakan nitrosamin, yang termasuk di antara agen karsinogen yang paling ganas. Nitrosamin yang ada dalam udara mungkin bisa menjelaskan mengapa penduduk kota semakin mudah terkena kanker paru-pafu serta bermacam jenis kanker lainnya . Kanker paru-paru tidak hanya lebih menyerang di kota-kota besar, akan tetapi juga tempat-tempat pengolahan obat alami kencing manis kering serta pencairan tembaga, timah hitam dan seng. Menurut Lembaga Kanker Nasional AS 17 persen kaum pria dan 15 persen kaum wanita lebih banyak kemungkinannya untuk terkena kanker paru-paru di daerah-daerah yang merangkum industri-industri demikian, dibanding dengan di bagian-bagian lain dari negara ini.

Warangan daiam udara dan tanah di sekitar pabrik-pabrik tersebut itulah yang mungkin merupakan penyebabnya.  Satu hal yang paling tidak diketahui dalam telah polusi udara dan kanker adalah akibat dari partikel-partikel radioaktif yang kita hirup, yang disebarluaskan oleh berbagai percobaan senjata di sebagian besar bumi, khususnya di belahan bumi utara. Di antara berbagai jenis zat radioaktif, yang nampaknya paling berbahaya adalah plutonium karena ia berdisintegrasi begitu lambatnya. Dengan paroh-hidun (half-life) yang 25.000 tahun, maka plutonium yang dilepaskan dewasa ini akan tetap aktif selama setengah juta tahun.

Ancaman plutonium mencanangkan ketak-mampuan kita untuk memahami, apalagi untuk mengontrol, hantu-hantu lingkungan yang kita ciptakan atau lepaskan sendiri. Tak seorangpun yang tahu bagaimana plutonium menyebabkan kanker, apakdh dosis rendah lama kelamaan akan menjadi lebih atau kurang berbahaya dibanding dengan dosis tinggi dalam waktu singkat, atau akibat dari perpaduan antara plutonium dengan asap rokok. Sejumlah perkiraan sehubungan dengan seberapa jauh epidemi kanker paru-paru yang ada sekarang bisa dikaitkan dengan buangan nuklir sangat benagam, dan kita belum punya alat untuk menguraikannya. Dr. John W. Gofmann dari Universitas California percaya bahwa sepuluh ribu kematian akibat kanker paru-paru di belahan bumi utara tiap tahun disebabkan oleh polusi plutonium. Sebagian besar peneliti lainnya memberikan angka yang lebih rendah, dan ada juga yang beranggapan bahwa jumlah yang sesungguhnya mendekati angka nol.